Banyak temanku yang bertanya, enak mana antara tinggal di Brisbane dengan di Singapura. Hmmm, susah membandingkannya, karena kedua kota ini berbeda. Tapi baiklah, aku coba…
Dari sisi transportasi publik, kedua kota ini sama-sama nyaman jika dibandingkan dengan Jakarta atau Bandung. Sama-sama menerapkan penggunaan kartu perjalanan (travelling card) untuk bis maupun kereta apinya. Di Brisbane, naik ferry juga pake kartu yang sama, namanya Go Card. Di Singapur, nama kartunya adalah EZ-link. Yang lebih menarik, kartu EZ-link ini juga berfungsi sebagai kartu debet, untuk melakukan fotokopi atau printing di berbagai mesin fotokopi dan printing. Misalnya, di perpustakaan kampusku, printer nya bisa menggunakan EZ-link, so sangat mudah dan nyaman. Selain dengan EZ-link, nge-print juga bisa pakai kartu cash card (nets card). Kayak kartu debet, kita beli kartunya di minimarket seven-eleven, diisi sejumlah uang, trus bisa dipake buat ng-print. Bisa juga dipakai sebagai kartu debet buat belanja, selama uangnya memadai.
Kalo busnya, lebih nyaman di Brisbane. Soalnya selama aku di sana, bis-nya mayoritas baru..meski ada beberapa bis lama. Tapis ecara umum lebih nyaman bis di Brisbane, sebab anakku yang kalo ke mana-mana pake kereta bayi (stroller), bisa ditempatkan dengan nyaman di dalam bis. Sementara di Singapur, stroller ini musti dilipat… Kalopun tak ingin dilipat, bisa aja..tapi agak kurang nyaman tempatnya maupun cara memasukkannya. Di Brisbane, kalo sopir tahu kita bawa stroller, mereka akan menurunkkan tempat naik bisnya, di pintu masuk, sehingga stroller tak perlu diangkat terlalu tinggi..juga ketika akan turun. Di Singapur, sopir ga begitu peduli apakah kita bawa anak atau tidak, apakah kita bawa stroller ato tidak..hehe. Pernah, hari abis ujan, trus kami turun dari bis, mau balik ke apartment. Eh si bus berhenti kurang pas…agak jauh dari trotoar sehingga stroller anakku agak susah diturunkan. Yang kaya gitu, hampir tak pernah terjadi di Brisbane…
Kalo kereta api, menang Singapur. Soalnya di sini pake MRT alias monorel train. Jadi lebih cepat dan lebih nyaman. Ke mana-mana disarankan pake MRT, kalo memang jalurnya ada… kalo naik bis, lebih lama jarak tempuhnya… Sementara di Brisbane, kereta apinya adalah kereta api biasa.. itupun, untuk yang berhenti di semua stasiun, keretanya udah jelek.. sebagian joknya sudah nggak empuk.. tapi kalo soal bersih, ya bersih.. Cuma itu, agak lama intervalnya dan tidak menjadi sarana transportasi yang utama di Brisbane. Yang populer ya bis kota… Sebaliknya di Singapur, MRT sangat populer. Asalkan kita tahu alamat yang akan kita tuju, kita bisa naik MRT dengan perpedoman pada selembar kertas panduan yang sangat mudah dan nyaman…
Udara di Brisbane dan di Singapur tak beda jauh, saat Brisbane musim panas. Soalnya Singapur panas.. yang tak terduga adalah cuaca di singapur yang sering banget berubah. Pagi panas, sebentar kemudian mendung dan hujan deras… atau seharian mendung.. makanya ke mana-mana mesti bawa payung buat jaga-jaga.
Harga makanan di Singapura lebih murah dibandingkan di Brisbane meskipun sama-sama pake dollar. Yaa… dolarnya juga beda siy.. satu dollar singapura satunya dollar Australia. Nilai tukarnya juga beda. Tapi sebagai gambaran, di singapura kalo kita makan di foodcenter (hawker center) yang menjadi tempat orang Singapur umumnya makan, kita menghabiskan 2.5 dolar sampai 4 dolar untuk satu menu makanan. Ditambah minum, tergantung jenis minumnya, 5 atau 6 dolar kita sudah kenyang.. sementara di Brisbane, kalo kita makan di luar, minimal satu menu makanan itu harganya 7-9 dolar… belum termasuk nminum. Di Singapur juga, kalo makan di restoran, akan lebih mahal jatuhnya. Hanya saja, di sini adalah pilihan lain, yaitu hawker center itu tadi…dan bukanya hampir 24 jam, dan mudah ditemukan di mana saja..
Kira-kira itulah perbedaan “signifikan” antara Brisbane dan Singapura..
