Cepat Bacanya atau Paham Artinya?

Kemarin sore, ada SMS masuk dari seorang teman, soal membaca Alquran… Aku jadi terinspirasi untuk membuat postingan ini. Bagiku, membaca Alquran haruslah dengan artinya…harus paham apa yang kita baca.. bukan sekadar indah suaranya..bukan sekadar cepat khatam…
Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, banyak orang membaca Alquran demi mengejar khatam pada akhir bulan yang suci ini… itu bagus, tetapi akan lebih bagus, menurutku, jika kita paham artinya. Sebab Alquran sesungguhnya adalah pedoman hidup kita… jadi sebagai pedoman hidup, kita musti pahami artinya.. sebab jika kita tak paham artinya, bagaimana Alquran bisa menjadi pedoman hidup kita?
Adalah benar, membaca Alquran meskipun tak paham artinya, sudah mendapatkan pahala… Bahwa benar, membaca Alquran di bulan Ramadhan sangatlah dianjurkan..banyak contoh mengenai sahabat Nabi SAW dan orang-orang soleh yang mengkhatamkan Alquran selama Ramadhan…
Namun aku mempersepsikan bahwa mereka yang mengkhatamkan Alquran dalam sebulan, adalah mereka yang juga sekaligus paham isi Alquran.. jadi tak masalah untuk mengkhatamkan Quran sebulan atau malah seminggu…toh sudah paham artinya.
Bukankah yang namanya membaca adalah kita paham artinya? kalo hanya membaca tanpa paham artinya, itu adalah “mengubah bentuk, dari tulisan menjadi bunyi”…demikian kata beberapa guru ngajiku…
benar juga..
Bukankah jika kita membaca koran, atau membaca buku, kita bisa menceritakan isinya kepada orang lain, jika mereka bertanya? Nah, kalau membaca Quran, trus kita ditanya, apa bacaan kita.. paling banter kita akan bilang, ‘surat Al Kahfi’ atau ‘surat Albaqarah’ tetapi kita tidak mengatakan, kita baca tentang keharusan kita membelanjakan harta kita di jalan Allah, misalnya… sebab kita memang tak tahu, apa arti yang kita baca…
Barusan aku cek FB, dan melihat status seorang teman yang menulis “Sudah bukan saatnya, cepat-cepat mengkhatamkan Quran.. tapi pahami artinya”… kurang lebih seperti itu status dia..
aku setuju dengannya…
Sudah sejak beberapa tahun terakhir, aku memilih untuk membaca Quran yang ada terjemahannya. Dulu, aku baca Quran yang tanpa terjemahan..tetapi sejak mendapat pemahaman bahwa Quran adalah pedoman hidup, yang harus kita pahami artinya… aku pun mengubah kebiasaan membaca Quran dengan terjemahannya..
Biarlah sekali membaca hanya lima ayat, tetapi sembari membaca artinya dan merenungkannya… daripada sekali membaca bisa belasan atau puluhan ayat (seperti dulu), tapi nggak paham artinya…

Soal pedoman hidup ini, ada perumpamaan indah yang aku pernah dengar dari seorang guru ngajiku… bahwa Quran itu adalah manual book manusia. Ia seperti manual book dari sepeda motor. Saat kita membeli sepeda motor, ada manual book-nya yang harus dibaca agar sepeda motor itu bisa berfungsi dengan baik… Jika kemudian si motor ini ada masalah, maka kita lihat lagi manual book tersebut.. dikatakan di sana, barangkali oli nya perlu diganti atau businya rusak…
Manual book sepeda motor itu kan tidak dibacakan di depan motor kita saja, tetapi kita pahami artinya lalu kita kerjakan sesuai petunjuk manual book tersebut.
Begitu juga Alquran, ia akan menjadi solusi bagi persoalan hidup manusia, jika setiap masalah kita kembalikan ke Quran… Kita cari masalah tersebut di Quran dan kita praktekkan apa yang dikatakan Quran.. bukan sekadar dibaca-baca saja berulang kali tanpa kita pahami artinya…
Tak mudah mengubah tradisi yang sudah berlangsung sekian lama… mengajak orang untuk tak hanya mengejar khatam Quran semata…apalagi konon, tradisi ini sudah ada sejak zaman Belanda dulu..Aku lupa siapa yang bercerita tetapi konon, salah satu cara pemerintah Belanda melenakan umat Islam adalah dengan menyuruh (tentu saja dengan cara yang halus dan bersiasat) Umat Islam di masa itu untuk senantiasa membaca Quran tanpa artinya..sebab jika umat islam tahu isi dan memahami kandungan Quran yang dahsyat dan mempraktekkannya, bisa membahayakan pemerintah Belanda…
Soal benar tidaknya, aku tak tahu pasti…tetapi hal tersebut masuk akal saja..
Isi Quran itu sangat luar biasa… ia menjadi hiburan bagi yang bersedih, ia menjadi solusi bagi yang bermasalah dan ia menjadi pengingat bagi semua yang membacanya dengan tujuan mencari hikmah… ia juga menjadi kabar gembira bagi orang-orang mukmin..

Jadi, mari kita membaca Alquran dan pahami arti Quran yang kita baca…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s